persija macan kemayoran..persija demi kemenangan..persija demi kejayaan..the Jak menyertaimu.

Rabu, 09 Juni 2010

Sejarah The Jakmania

The Jakmania berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Menteng. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan kumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan.



Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut. Ide ini muncul dari Diza Rasyid Ali, manajer Persija waktu itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Bang Yos (sapaan akrabnya)sangat menyukai sepakbola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali sepakbola Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung atau suporter.

Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat. Gugun Gondrong merupakan sosok paling ideal disaat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.

Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.

Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief. Ia lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.

Lelaki tinggi, tampan dan sarjana lulusan ITI Serpong inilah yang memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Dibawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.

Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga pada Pra Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah (Korwil).

Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Sdr. Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.

Sumber : http://www.jakmania.org/ind/

Bukan Jago Kandang...!!!

Macan kemayoran membuktikan kepada insan sepakbola tanah air, kalau Persija bukan tim yang hanya bisa menang saat main di kandang (Jago Kandang). Ini berkat kemenangan yang diraih Minggu sore ini (1/4) saat melawat ke kandang Persela di stadion Surajaya, Lamongan.

Gol dipersembahkan oleh striker lokal Persija Bambang Pamungkas pada menit ke 36, berkat umpan matang dari gelandang muda penuh enerjik Atep. Semenit kemudian giliran Aliyudin yang membungkam pendukung tuan rumah dengan aksinya yang bergerak dengan cepat memanfaatkan kesalahan dari pemain belakang Persela.


Pada babak kedua Persela mencoba bangkit dan terus menggempur pertahanan Persija, namun berkat kedisiplinan para pemain belakang dan kecemerlangan kiper Evgeuni Khmaruk, gawang Persija aman dari gempuran para pemain depan Persela yang digalang oleh Marcio dan Gustavo hingga membuat mereka merasa frustasi.

Dengan kemenangan ini Persija berhasil mempertahankan tradisi belum terkalahkan hingga pertandingan ke delapan, dan menggeser posisi persib di peringkat 3 klasemen sementara wilayah barat. *(oS)

FORMASI : 4 - 4 – 2

Kiper : Evgheny Khmaruk

Belakang : Ismed Sofyan, Abanda Herman, Hamka Hamzah, Joao Bosco Cabral

Tengah : Atep, Francis Wewengkang, Javier Rocha, Gerarld Pangkaly

Depan : Bambang Pamungkas, Aliyudin


''Sunday, 01 April 2007 ''

Macan Kemayoran terkam Macan Putih

Lebak Bulus - Persija memperpanjang rekor 100 persen kemenangan Persija Jakarta di Lebakbulus musim. Persija menundukkan juara bertahan Persik 'Macan Putih' Kediri 2-1, Kamis (29/3/2007) sore.


Dukungan The Jakmania yang memadati Lebakbulus menjadi peluru tersendiri bagi Persija. Dan sedikit demi sedikit tim tuan rumah mampu keluar dari kurungan tamunya. Gol pun tercipta memasuki menit ke-24. Ismed Sofyan menjadi pencetak gol bagi Persija lewat tendangan spektakuler kaki kanannya dari jarak kurang lebih 40 meter dari gawang Kurnia Sandy.

Sontak belasan ribu pendukung Persija bersorak menyambut gol tersebut. Persija juga tidak ketinggalan menciptakan peluang. Gol pun sempat tercipta di menit 65 lewat sontekan Aliyudin. Namun wasit Fiator Ambarita secara kontroversial menganulir gol tersebut dengan alasan offside.

Meski dianulir, Persija tetap mampu unggul 2-0 setelah Bambang Pamungkas mencetak gol kedua melalui tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti di menit 70, memanfaatkan umpan sodoran Gerald Pancali. Mau tak mau Persik harus tampil lebih all out di waktu yang tersisa.

Gol pun tercipta di menit 78 lewat sundulan Aris Budi, memanfaatkan sepak pojok Budi Sudarsono. Peluang untuk menyamakan kedudukan pun lebih terbuka untuk meraih satu poin. Namun lini pertahanan Persija masih terlalu kokoh untuk ditembus dan skor 2-1 untuk tuan rumah pun tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

The Jakmania Tidak Picu Kerusuhan

Cibinong—Sungguh disayangkan, pertandingan antara Persikabo versus Persija Jakarta kemarin harus berakhir kisruh. Kedua pendukung kesebelasan yang mulanya adem ayem akhirnya terlibat bentrokan.

Seperti diberitakan di berbagai media bahwa pemicu kerusuhan adalah The Jakmania yang tidak bisa masuk ke dalam stadion dan berlanjut ditambah kecewa akan hasil seri Persija. Sungguh penilaian yang tidak objectif jika menyudutkan The Jak dengan kejadian ini. Karena berdasarkan pantauan JO, kerusuhan ini terjadi lantaran kurang sigapnya Panpel dalam menghadapi ribuan supporter tamu.

Keributan sudah mulai terlihat saat Jakmania ingin memasuki stadion. Jika Panpel sejak awal membuka pintu masuk secara wajar tidak akan ada kejadian saling dorong. Pada saat itu pintu masuk tribun utara tempat The Jak ditempatkan, hanya 1 yang dibuka (padahal pintu masuk ada dua). Hal itu diperparah dengan tindakan kurang sigapnya Panpel dan aparat yang menjaga pintu. 1 pintu masuk itu hanya dibuka kurang dari setengahnya (sekitar 50 cm dari 2 M lebarnya).

Kontan hal itu memancing amarah ribuan The Jakers yang telah berjubel. Mereka marah karena telah membeli tiket namun kondisinya seperti itu. Terbukti saat keadaan makin panas, para Korlap dan pengurus Jakmania lainnya turun tangan memberi pengertian kepada Panpel agar membuka 1 pintu lagi dan melebarkan jarak pintu masuk. Terbukti setelah Panpel menuruti anjuran pengurus Jakmania, para the Jakers yang mulanya beringas menjadi tertib.

Sementara bentrokan yang terjadi dengan pendukung Persikabo tanpa disadari telah sebenarnya telah dimulai di luar stadion sebelum pertandingan. Ketika sebagian besar Jakmania antri masuk, sebagian kecil lainnya yang sedang mencari-cari pintu masuk lain mendapat perlakuan kurang simpatik dari oknum-oknum pendukung Persikabo yang sedang berkumpul.

Melihat jumlah The Jak yang berjalan-jalan terlihat lebih sedikit, para oknum tersebut mulai memprovokasi. Awalnya dengan ucapan, namun mereka mulai melemparkan benda-benda ke arah Jakmania. Mendapat perlakuan seperti itu Jakmania tidak terlalu menggubris, karena pihak kepolisian dan pengurus The Jakmania langsung turun tangan. Sehingga kejadian lebih hebat tidak terjadi.

The Jakmania yang datang dengan baik-baik ternyata tidak disambut oknum Kabo Mania yang bercampur dengan penonton bebas tuan rumah. Sebelum pertandingan hingga sepanjang pertandingan, nyanyian-nyanyian bernada provokasi selalu ditujukan kepada Jakmania. Melihat kejadian seperti itu tidak memancing Jakmania untuk membalas. Pasukan oranye lebih konsen untuk memberikan dukungan kepada tim Persija.

Begitupun usai pertandingan, Jakmania kembali ke bis masing-masing dengan santai dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan meski Persija seri. Di jalan pun saat berpapasan dengan beberapa Kabo Mania (julukan pendukung Persikabo) tidak terjadi keributan. Namun disaat keadaan sedang kondusif, tiba-tiba dari arah belakang tempat bis-bis rombongan dari Lebak Bulus mendapat serangan dari orang-orang tak bertanggung jawab. Mereka terdiri dari oknum berpakaian hijau (warna Kabo Mania) dan banyak dibantu orang berpakaian bebas.

Menanggapi serangan tersebut jelas membuat Jakmania terpancing. Para The Jakers yang ingin melindungi kendaraannya melakukan pembelaan dengan menyerang balik mereka. Keadaan makin tak terkendali saat jumlah kedua belah pihak sama-sama banyak. Namun beruntung pihak kepolisian dan pengurus Jakmania kembali turun tangan menenangkan insiden tersebut. Kejadian lebih parahpun tidak berlanjut.

Melihat kenyataan seperti itu, rombongan Jakmania langsung antisipasi dan waspada dalam perjalanan pulang. Karena tak bisa dipungkiri, area stadion dikelilingi oleh perkampungan. “Jaga-jaga kalau ada serangan lagi dari penduduk,” begitu teriak beberapa The Jakers. Situasi seperti ini mengingatkan The Jak pada Tangerang, yang selalu mendapat serangan batu sembunyi tangan. Setelah melempar langsung bersembunyi.

Hari menjelang maghrib tatkala satu-persatu kendaraan yang membawa rombongan The Jak mulai menjauhi area stadion. Meski perjalanan sempat lancar, namun memasuki jalan Raya Bogor (sekitar Cibinong) rombongan kembali mendapat serangan-serangan kecil dari oknum-oknum. Kontan kejadian ini memancing kembali amarah The Jak untuk melakukan pembalasan.

Terlihat beberapa petugas kepolisian dibantu pengurus The Jak menenangkan kejadian. Akibat insiden ini Jalananpun sempat mengalami kemacetan, karena iring-iringan The Jak yang begitu panjang terhenti. Namun setelah bisa di netralisir akhirnya rombongan meneruskan perjalanan menuju Jakarta via pintu tol Cibinong.

Dengan adanya bentrokan ini, Kabo Mania melalui Wakil Ketuanya, Kemal, langsung menyampaikan permohonan maaf kepada The Jakmania melalui pesan singkat yang ditujukan kepada Ketua I The Jakmania La Rico. Mereka tidak menduga akan terjadi hal seperti ini. Karena sejak awal kedatangan The Jak, para pengurus Kabo Mania telah menunjukkan itikad baik dengan mengawal dari pintu tol hingga pertukaran merchandise kedua kubu.

Tapi yang sudah terjadi biarlah terjadi. Semoga kejadian seperti ini bisa diambil hikmahnya agar tidak terulang lagi di lain waktu.

Jakmania Malam Ini Bergerak Ke Palembang

Jakarta— Setelah ‘menyerbu’ stadion Kamal Minggu kemarin, The Jakmania bersiap kembali untuk mengadakan tur tandang. Selasa (20/2) malam ini The Jakmania akan berangkat menuju kota Palembang untuk mendukung langsung perjuangan Macan Kemayoran dalam melakoni partai tandang ketiganya melawan tuan rumah Sriwijaya FC Kamis (22/2).

Rombongan The Jakmania yang akan berangkat dengan dua bis ini rencananya mulai bergerak dari stadion Lebak Bulus sekitar pukul 21.00 wib malam ini. Setibanya di Palembang The Jakmania akan menginap di Wisma Prodexim milik Pemda setempat. “Di sana kita kemungkinan menginap selama 3 hari mulai Rabu besok,” ujar Ketua I La Rico.

Rico menambahkan bahwa pendaftaran Tur Palembang yang telah dibuka jauh-jauh hari ini masih bisa diterima hingga sore ini. “Target kita hanya 2 bis. Untuk sementara pesertanya sudah mencapai kapasitas 1 bis lebih. Jadi masih dibuka kesempatan bagi anggota yang ingin mendaftar,” tambah Rico.

The Jakmania sengaja berangkat dua hari sebelum laga. Hal ini dimaksudkan untuk bisa beristirahat dan menyimpan tenaga lebih banyak dalam upaya mendukung Persija. Saling kontak dengan pihak tuan rumah seperti Panpel, supporter setempat pun sudah dilakukan. “Semua prosedur sudah beres!” jawab Rico singkat.

Tuesday, 20 February 2007

Akhirnya, The Jakers Tiba Di Makassar

Makassar— The Jakmania akhirnya telah merapat ke kota Makassar pagi ini. Demikian berita yang kami dapat dari rekan JO (Dani), sekitar pukul 08.00 wib (09.00 wita) tadi. ‘Kontingen’ The Jakers yang diwakilkan sekitar 7 orang tiba dengan selamat di Lanud Hassanudin dengan menggunakan pesawat Adam Air.

Kedatangan The Jakers ini tak lain sebagai bentuk dukungan langsung terhadap tim kebanggaan, Persija yang akan menghadapi Persib sore ini dalam Piala Yusuf. Sebenarnya The Jakmania ingin mendukung langsung sejak laga pembuka melawan PSM Minggu lalu, namun karena faktor non teknis hal itu tidak terealisasi.

Baru pada partai kedua Persija ini The Jak bisa hadir langsung di Makassar. Motto ‘Persija kamu tak kan pernah sendiri’ kembali dibuktikan oleh The Jakmania. Meski hanya diwakilkan oleh beberapa orang, namun semangat tetap tinggi meski harus mengeluarkan beaya cukup besar.

Rombongan yang terdiri dari, Dani, Irlan, Rico, Agung, Debul, Bapuk, dan Bambang rencananya akan terus berada di Makassar jika Persija berhasil lolos ke final. Karena meski kecil peluangnya, namun asa masih terbuka jika Persija mampu menundukkan Persib sore ini.

Kehadiran The Jakers disambut baik oleh supporter tuan rumah, Maczman. Sebelum berlangsungnya PIala Yusuf ini pun Maczman selalu menanyakan soal kedatangan The Jak. Dan hari ini, janji mereka menerima baik The Jakers telah dibuktikan. Kabar yang kami terima, saat ini rekan-rekan The Jak ditampung di rumah salah satu supporter Makassar.

Sementara itu, kedatangan The Jakers juga telah diketahui oleh tim Persija. Kubu Macan Kemayoranpun menyambut gembira datangnya Dani dkk ini. Merekapun telah menemui tim di Sahid Hotel Makassar. Bagi persija, meskipun sedikit, namun kehadiran pemain ke 12 ini diharapkan menjadi ‘nyawa’ bagi perjuangan Hamka Hamzah dkk saat meladeni Persib nanti..

Selamat berjuang kawan!

Nonton Bareng Persija: Sekretariat The Jakmania Penuh Sesak

Lebak Bulus - Acara Nobar (nonton bareng) yang diadakan The Jakmania Minggu (7/1) di Sekretariat the Jakmania di Stadion Lebak Bulus berlangsung meriah. Tak kurang dari 500 orang memadati seluruh ruangan sekretariat yang digunakan untuk mengadakan acara Nobar ini.

Digunakannya ruangan sekret untuk tempat nonton sebagai pengalihan dari rencana awal. Sedianya acara nobar Piala Yusuf ini akan digelar di luar ruangan dengan menggunakan layar lebar. Namun karena cuaca yang amat panas dan cerah mengakibatkan layar lebar tidak bisa menampilkan gambar secara jelas, padahal beberapa banner raksasa telah dipasang untuk menjadi dinding.

Para The Jakers yang hadir tidak semuanya mampu tertampung di dalam ruangan. Puluhan orang yang datang agak telat terpaksa harus menyaksikan partai perdana Persija di luar jendela. Ke-antusiasan para The Jakers dalam nobar kali ini juga mengundang perhatian para warga sekitar.

Seperti pantauan JO, baik di dalam maupun di liuar beberapa orang satpam stadion, maupun orang yang berpakaian bebas ikut serius menonton aksi Hamka Hamzah dkk melului satu buah televisi besar di ruang tamu dan satu layar lebar di ruang dalam.

Suara riuh rendah membahana mengiringi jalannya pertandingan. Suara teriakan histeris tatkala pemain-pemain Persija hampir mencetak gol terdengar serentak. Begitupun sebaliknya, saat gol PSM tercipta, diam seribu basa dan komentar penyesalan kontan keluar dari mulut semua pengunjung sekret.

Wajah-wajah tegang terus berlangsung seiring dengan kegagalan para pemain Persija menciptakan gol pada pertandingan kemarin. Dan bisa ditebak, pada akhir pertandingan yang tetap berkedudukan 0-1 untuk PSM, pemandangan sedikit sayu terpancar di wajah para The Jakers saat satu-persatu keluar meninggalkan ruangan Sekret. Seperti biasa perbincangan dan pembahasan jalannya pertandingan langsung terjadi di luar. Rata-rata komentar yang keluar adalah menyayangkan tidak adanya pelapis yang sepadan bagi Rocha yang keluar lantaran cedera.

Namun demikian, nada optimistis tetap terpatri di hati para The Jakers. Mereka berharap pada pertandingan kedua besok Persija mampu mengalahkan Persib dengan skor lebih dari satu. Mereka mengharapkan kemenangan telak atas Persib agar Persija bisa membuka jalan (peluang) menuju final. Itupun dengan syarat Persib bisa mengalahkan PSM di laga terakhir.

Tapi tidak semua The Jakers yang hadir di LB mengharap terlalu lebih Persija masuk final. Bagi sebagian The Jakers, kemenangan atas Persib melebihi segalanya. Dengan kata lain menang atas Persib tidak bisa ditawar lagi.

Oleh karenanya besok Selasa (9/1) para The Jakers sangat diharapkan kembali kehadirannya pada acara nonton bareng laga kedua Persija yang disiarkan langsung oleh Anteve pada pukul 15.00 wib.

Ribuan Warga Makassar Sambut Hangat Persija

Ribuan Warga Makassar Sambut Hangat Persija
Makassar - Sambutan luar biasa ditujukan oleh warga Makassar kepada kesebelasan Persija Jakarta sore ini di Stadion Andi Mattalata. Sekitar seribu orang menyaksikan latihan Hamka Hamzah dkk di Stadion yang dulu bernama Stadion Mattoangin ini.

Hal ini seperti disampaikan Bung Ferry sore ini. “Gila luar biasa sekali sambutan warga Makassar kepada kita (Persija red). Banyak banget yang nonton kita latihan, mungkin ada sekitar seribu orang” ujar mantan Ketum The Jakmania ini.

Menurutnya kehangatan dan sambutan warga Makassar terhadap Persija sudah dimulai sejak pasukan ibukota ini mendarat di Makassar tadi siang. “Nama Leonard dan Bosco Cabral menjadi idola disini. Mereka selalu dipanggil-panggil penggila bola Makassar. Sedangkan Hamka Hamzah justru kurang mendapat sambutan,” tambah Bung Ferry sambil tertawa.

Latihan Persija yang dimulai sore sekitar jam 16.00 wita ini dan mendapat sambutan luar biasa publik Makassar ini menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi awak Macan Kemayoran. Mereka tak menyangka bakal mendapat perlakuan seperti ini. Tidak sedikit dari mereka menggunakan atribut Persija. “Bahkan yang tidak kita duga, beberapa orang justru menjagokan Persija dapat memenangi partai pembuka melawan jagoan mereka PSM,” kata Bung Ferry heran.

Teriakan, hidup Persija, ayo Persija sering terdengar tatkala para pemain sedang menjalani latihan. Sambutan hangat juga dilakukan oleh Maczman terhadap kedatangan Persija. Bahkan rencananya malam ini, Bung Ferry mendapat undangan khusus dari supporter kreatif PSM itu. “Intinya mereka menanyakan apakah The Jakmania datang ke Makassar atau tidak,” pungkas BF.

Kejadian ini semoga menjadi awal yang baik bagi Persija…

Persija Bangkit...

Lebak Bulus- Permainan terbaik telah ditunjukkan oleh para pemain 'Macan Kemayoran' pada saat uji coba sore tadi Kamis (4/1) melawan PS. Setia dengan skor cukup telak 6 - 0 tanpa balas.

walaupun tanpa diperkuat oleh para pemain pilar yang saat ini masih memperkuat timnas Indonesia, namun Persija dapat membuktikan diri sebagai tim yang harus diperhitungkan di Liga Indonesia XIII nanti, striker - striker yang telah dikontrak oleh tim pun telah menunjukkan ketajamannya (Aliyudin 2 gol, Samuel Tayo 1, Javier Rocha 1, dan Julio Caprretta 2).

Kemenangan ini makin menemui bentuk permainan 'Macan Kemayoran' sesungguhnya, apalagi persiapan dalam menghadapi Piala Yusuf nanti, Persija butuh pemain yang siap pakai karena stok pemain yang ada masih sangat terbatas mengingat lawan-lawan yang akan dihadapi pada Piala Yusuf nanti akan sangat merepotkan pertahanan Hamka Hamzah dkk.

pada partai pembukaan Minggu (7/1) Persija akan berhadapan dengan tuan rumah PSM Makassar yang pastinya tidak akan mau dipermalukan dihadapan pendukungnya sendiri, lalu ada Persib Bandung dengan kekuatan barunya bakal menghadang laju 'Macan Kemayoran'. Seandainya nanti Persija lolos ke babak berikutnya nanti akan bertemu lawan yang telah mengalahkan Persija saat di final Liga dan Copa ( Persipura dan Arema).

Selamat berjuang Persijaku, bangkitkan semangatmu..

Acara Ulang Tahun The Jakmania Berlangsung Sederhana

Lebak Bulus--Selasa malam (19/12), sekretariat The Jakmania di Std. Lebak Bulus kembali diramaikan oleh para The Jakers. Berkumpulnya para pendukung setia Persija itu tak lain untuk memperingati hari jadi The Jakmania ke-9 yang tepat pada tanggal 19 Desember ini.

Tak kurang sekitar 200-an The Jakers yang terdiri dari pengurus dan anggota memenuhi seluruh ruangan sekretariat. Tak sedikit pula, tiap sudut terlihat Jak Angels ikut meramaikan suasana. Tak beda dengan tahun sebelumnya, acara ulang tahun Jakmania kali ini pun kembali diadakan secara sederhana.

Acara berupa tasyakuran ini dimulai dengan pembacaan zikir dan tahlil, pembacaan kisah Nabi Muhammad SAW, dan ditutup dengan do’a. Kesemua pembacaan zikir hingga do’a dibawakan oleh saudara Bari (korwil Pondok Labu) dan rekan-rekannya. Seluruh prosesi itu dilalui para The Jakers dengan penuh kekusyu’an.

Sambutan Ketua Umum The Jakmania Danang Ismartani, yang kebetulan juga sebagai salah satu pendiri The Jakmania, menjadi agenda acara berikutnya. Dalam kesempatan itu, secara singkat, Danang menceritakan ihwal berdirinya The Jakmania hingga bisa besar seperti saat ini.

"Dalam suasana seperti ini ditambah keadaan Persija yang gagal lagi jadi juara PEBY, tak pantaslah kalau kita merayakan ulang tahun dengan hura-hura," ujar Danang dalam satu sambutannya mengenai kesederhanaan ulang tahun The Jak ini. "Perayaan Ulang tahun kan tidak harus dengan pesta pora, dengan acara sederhanapun tapi bermakna sudah amat berarti," tambahnya.

Selain Danang terdapat pula dua orang pendiri, yaitu Anto dan Imam. Keduanya juga tak bisa menghilangkan rasa harunya dengan suasana acara ulang tahun The Jak ini. Namun sangat disayangkan, acara ini tak bisa dihadiri oleh beberapa pendiri lainnya. Begitu pula dengan para pemain Persija, tak tampak kehadirannya. Ketidakhadiran mereka, tak lain karena kesibukan masing-masing.

Dalam kesempatan ini pula, tak lupa diadakan acara tanya jawab antara anggota dengan pengurus. Acara tanya jawab ini tak lain sebagai bentuk kepedulian pengurus untuk memperbolehkan anggota dalam mengeluarkan uneg-uneg, baik mengenai kinerja pengurus The Jakmania maupun Persija.

Acara bernuansa akrab ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum The Jakmania. Lagu “Panjang Umurnya untuk The Jakmania” menyertai acara potongan tumpeng dengan penuh keharuan. Tak terasa sudah 9 tahun the Jakmania berkiprah dalam pentas sepakbola nasional. “Selamat Ulang Tahun Jak, semoga makin dewasa untuk ke depannya dan bisa berbuat lebih berarti lagi..

“Kami Bukan yang terbaik, tapi kami selalu berusaha untuk menjadi lebih baik”

Surat Terbuka Be '20' Pe untuk The Jakmania

Surat terbuka ini dikirimkan oleh Bambang Pamungkas ke e-mail Ketua Umum The Jakmania 'Danang A Ismartani'. untuk menyikapi perkembangan rumor yang beredar soal sikap BP selama ini. "Bung Danang ini surat terbuka gue yg mau gue kirim ke The Jak 3 th yg lalu.. masih tersimpan dalam laptop gue sampai sekarang.. waktu itu ngga jadi gue kirim krn ngga tau mau ngirim ke siapa.. Gue harap Bung Danang tau apa arti Persija & the Jak buat gue.. Thanks..

Seluruh Jakmania yg saya cintai 5th sudah saya bermain untuk Persija dan selama itu juga saya mengalami masa-masa yg indah dlm karier sebakbola saya.Selama 5th Persija dan Kota Jakarta telah memberikan banyak pengalaman yg tidak akan pernah saya lupakan baik yg menyenangkan maupun sebaliknya,lebih dari itu Persija dan Jakarta sudah seperti rumah kedua bagi saya.

Seperti kita ketahui setelah memimpin hingga partai ke 33 ahirnya kita hanya mampu menempati peringkat ke 3 dan itu merupakan kegagalan yg sangat menyakitkan buat kita semua.Sebagai tim Persija lebih baik dari dari tim manapun di Indonesia tapi ternyata Allah SWT belum bersama kita.

Sebagai pribadi maupun pemain mewakili seluruh Tim saya mohon maaf atas hasil yg kita dapatkan tapi lebih dari itu kita sudah berusaha sebaik mungkin dan inilah hasil terbaik yg mampu kami berikan…. Tahun ini merupakan musim terahir saya di Persija seperti kabar yg beredar selama ini musim depan saya akan bermain di bawah bendera Selangor Fc Malaysia.

Selama 5th Saya telah memberikan kemampuan terbaik saya untuk Persija dan saat ini adalah waktu yg tepat untuk mencoba tantangan baru di tim lain.. Sebenarnya ada beberapa tawaran dari tim-tim di Indonesia tapi sejujurnya “Darah” saya berwarna Orange dan di hati saya hanya ada Persija sehingga saya merasa tidak mampu jika suatu saat nanti saya harus bertanding melawan Persija di Lebak Bulus.

Saya mengerti Jakmania sangat mencintai saya dan begitupun sebaliknya saya merasa Jakmania sudah menjadi bagian dari hidup saya, saya merasa sangat bahagia berada di sini dan keputusan ini saya ambil murni krn saya ingin merasakan tantangan yg baru dan ini merupakan keputusan yg sangat berat buat saya.

Persija adalah Tim Besar dan akan selalu mejadi Tim yg besar kita pernah kehilangan pemain-pemain besar seperti Widodo CP,Mbeng Jean,Luciano,Rocky Putiray dll tapi kita tetap menjadi Tim yg kuat.Itu membuktikan bahwa Persija tidak pernah bergantung pada satu dua individu,kehilangan saya tak akan berarti banyak buat Persija….

Terima kasih yg sebesar besarnya kapada Bang Yos yg telah membimbing saya selama ini juga Engkong Manilla yg telah banyak memberi masukan kepada saya,serta seluruh komponen yg ada di Persija terima kasih atas kerja samanya, tak lupa juga buat The Jakmania atas dukungan yg tak pernah putus buat saya dan Tim Persija selama ini,sampai kapanpun saya akan tetap manjadi pendukung Persija,Semoga ke depan kita mampu menjadi pribadi yg lebih baik dan sukses.. Amin..

Jeritan Hati The Jakmania

Sejumlah suporter Persija hadir di Lapangan Ragunan untuk melihat ujicoba yang digelar antara tim kebanggaan ibukota Persija Jakarta menghadapi tim dari sebuah Universitas termuka di Jakarta UNJ, Rabu (22/11) sore itu banyak ketidakpuasan dari The Jakmania, itu terlihat dari bentangan spanduk-spanduk yang bernada protes yang ditujukan kepada manajemen tim dan pemain.

Kenapa, sore itu The Jak protes kepada manajemen dan pemain..? karena, selama ini manajemen terlihat lambat dalam menangani pencarian pemain. Terlihat dari beberapa nama pemain yang telah direkomendasikan dari hasil angket The Jak, telah berpindah ke klub lain dan ada juga yang masih belum juga dikontrak, seperti yang disentil oleh The Jak lewat spanduk 'Manajemen Lambat, Pemain Minggat'.

Manajemen terlihat seperti hanya mencari sensasi saja dalam perekrutan pemain seperti niat akan merekrut pemain sensasional mantan pemain timnas asal Argentina Ariel Ortega, dan Ogjenovic Perica mantan pemain Real Madrid, Kaiserlautern, Dinamo Kiev. Itulah sore itu terlihat spanduk bertuliskan ‘Cari Pemain atau Cari Sensasi..???’. karena The Jak menilai selama ini manajemen hanya mencoba mencari sensasi aja tanpa ada arah tujuan yang jelas untuk memajukan dan mengembangkan tim kebanggaan ibukota Persija Jakarta.

Untuk pemain pun tak luput dari protes, yang terus di arahkan kepada pemain yang dianggap sudah tidak pantas mengenakan kostum kebanggaan Persija. Para pemain yang selama ini hanya makan ‘gaji buta’ dan tidak memberikan kontribusi yang jelas kepada tim lebih baik di ‘buang’ saja. Dan The Jak menganggap sikap pemain selama ini tidak profesional, pemain meminta kontrak, gaji, dan bonus tinggi tapi tidak diimbangi dengan prestasi yang lebih baik buat Persija. 'Kontrak Tinggi, Prestasi NOL'

Beberapa dari The Jakers bahkan meneriakkan bahwa keadaan ini sudah teramat ‘genting’ mengingat perhelatan PEBY IV yang tinggal beberapa saat lagi dan disamping itu terlihat tim-tim lain bahkan sudah lebih siap dari Persija, seperti ; Persik Kediri, Arema Malang, PSIS Semarang bahkan tim sekelas Persib Bandung yang selalu dibawah Persija bisa lebih siap dalam menghadapi Liga Indonesia nanti.

Dimana Loyalitas dan ke Profesionalan mereka…???

Engkong Ingin berkunjung Ke Sekret The Jak

Sekretariat The Jakmania di Lebak Bulus, pada Jum’at depan (1/12) akan kedatangan tim Manajemen Persija yang dipimpin langsung oleh Manajer IGK Manila. Demikian dituturkan oleh asisten Manajer, Ferry Indrasjarief pada crew JO hari ini.

Kedatangan Engkong (sapaan Manila) ke ’home base’ The Jakmania tak lain berkenaan dengan masalah tim Persija. ”Engkong ingin menjelaskan permasalahan yang sebenarnya mengenai keberadaan pemain,” jelas Bung Ferry. Pertemuan yang dimaksudkan pula sebagai ajang tanya jawab ini diharapkan bisa memberikan pencerahan atas kritikan The Jakmania perihal kelambanan mengkontrak pemain dll.

Dalam kunjungannya nanti, kemungkinan engkong akan datang sekitar jam 7 malam bersamaan waktu brifingnya The Jak. Dia juga akan mengajak beberapa orang yang dianggap berkompeten dan mengetahui permasalahan yang ada. Selain dengan asistennya, engkong kemungkinan akan mengajak pelatih Sergey dan asisten pelatih Isman Jasulmey.

Selain membicarakan masalah tim, ada kemungkinan juga tim manajemen akan menyinggung sedikit soal uji coba menghadapi Selangor FC keesokan harinya. Tidak tertutup kemungkinan pula akan sedikit membahas persiapan Turnamen PEBY yang sebentar lagi akan bergulir.

Oleh karenanya pada pertemuan nanti, Bung Ferry mengharapkan kehadiran rekan-rekan the Jakmania agar datang berduyun-duyun. Sambil bekelakar BF menambahkan, ”tapi yang boleh masuk ruang sekret, hanya anggota yang kartunya aktif. Yang tidak aktif silakan menunggu di luar,” ucapnya sambil tertawa.

Selamat Bekerja Bung Ferry...

Masih dalam suasana memperingati Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1427 H, organisasi sepakbola Indonesia (PSSI) mengadakan acara yang bertajuk Halal Bil Halal serta pelantikan Pengda PSSI DKI Jakarta, Selasa, 7 November 2006 malam di Hotel Atlet Century Park.




Acara yang dihadiri oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan seluruh jajarannya, serta hadir pula mantan ketua umum PSSI Azwar Anas, wakil dari Pengda PSSI Jawa Timur, KONI DKI Jakarta, dan yang tak kalah meriah acara ini dihadiri pula ( 25 orang Pengurus Pusat The Jakmania).


Dalam pelantikan ini terpilih Bung Ferry Paulus sebagai Ketua Pengda PSSI DKI Jakarta dengan masa bakti tahun 2006 – 2011. dalam acara pelantikan Ketua Umum PSSI memberikan amanat langsung kepada Ferry Paulus beserta jajarannya untuk mengangkat serta memajukan sepakbola di DKI Jakarta ke arah yang lebih baik.


Dan dalam sambutannya Bung Ferry menyampaikan akan berusaha dan berjanji mengangkat dan membawa nama sepakbola DKI Jakarta, menjadi lebih baik serta berusaha agar DKI dapat memiliki wakil klub yang bisa lolos di kualifikasi Piala Suratin dan di PON yang akan datang DKI bisa menjadi juara untuk yang ketiga kalinya, setelah terakhir juara PON pada tahun 1975.


Kami dari segenap Pengurus Pusat The Jakmania mengucapkan Selamat bekerja dan semoga sukses untuk Bung Ferry Paulus dan jajarannya, bawa sepakbola Jakarta untuk meraih prestasi melebihi daerah lain.

JAKARTA KOTA GUE..

OREN WARNANYA GUE..

JAKARTA KEBANGGAAN GUE..

AMPE MATI TETEP GUE..

Bung Ferry Berduet Dengan Engkong

Ragunan - “Ferry harus dewasa, harus bisa memilah mana informasi yang boleh dan tidak boleh disampaikan ke The Jakmania. Kondisi tim bisa runyam kalau semua bocor ke luar,” Ujar Engkong. “Insyah Allah saya akan menjalani jabatan ini dengan profesional, pengalaman yang selama ini saya miliki akan saya gunakan di Persija untuk menjadi juara” janji Ferry.


Penunjukan Ferry sempat dikritik sebagai cara manajemen dalam meredam sikap kritis The Jak. “Terlepas adanya kecurigaan itu, kehadiran Ferry di dalam tim merupakan sesuatu yang diinginkan The Jak sejak lama. Kami butuh penyambung lidah The Jak dengan klub,” ujar Danang Ismartani, Ketua The Jak.

Danang cs. berjanji bakal tetap bersikap kritis. Terutama pada keputusan-keputusan yang dianggap melenceng dan merugikan tim. Toh kubu manajemen menuntut Ferry bisa menyesuaikan diri dengan jabatan barunya. Terutama berkaitan dengan rahasia di dalam tim yang tak boleh bocor ke luar.

20 = BP, 8 = Ellie = Back!!!

Ragunan - ." Suatu kehormatan buat saya, selama 2 musim No 20 tidak ada yang memakai di Persija", Ujar BP. " Semua itu keinginan The Jakmania kalau No 20 dilarang dipakai oleh pemain manapun lain selain BP", tambah Engkong Manajer Persija.


Bambang Pamungkas dan Ellie Aiboy bakal kembali berkiprah di Indonesia. Persija Jakarta menyatakan bahwa kedua mantan pemain Selangor FC (Malaysia) itu akan berkostum oranye musim depan. Dua pemain Timnas Senior Indonesia itu dijadwalkan mengikuti latihan Persija Kamis (19 Oktober) besok usai tiba dari Tiongkok malam ini.

"Keduanya sudah menyatakan akan ikut latihan Persija sepulangnya dari Tiongkok. Kalaupun keduanya bergabung tetap harus mengikuti seleksi sebagaimana pemain lainnya," kata Manajer Persija IGK Manila kemarin. Manila mengaku sudah melakukan pembicaraan awal kepada kedua pemain tersebut.

"Pada intinya keduanya tidak keberatan dan menunjukkan sinyal positif untuk bergabung," tandasnya. Hanya, sesuai mekanisme pasar, Persija harus bergerak cepat mengikat kedua pemain tersebut agar tidak keburu diserobot klub lainnya.

Harus diakui, kualitas Bambang-Ellie masih yang terbaik di Indonesia. "Asal punya kualitas bagus dan sesuai dengan kebutuhan tim ini, akan kami upayakan," terang Manila. Perburuan pemain yang dilakukan Persija tampaknya mengarah pada keinginan mengumpulkan kembali skuad Ligina X/2004.

Selain Bambang-Ellie, nama pemain asing asal Argentina, Emanuel de Porras dan Gustvao Hernan Ortiz, juga masuk daftar Ligina 2007. Sebelumnya, tiga pemain lawas Persija, kiper Agus Sriyanto, Agus Suprianto, dan Washiyatul Akmal, kembali mengadu nasib di klub asal ibu kota itu.
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 18 October 2006 )

Demi Persija, Tolak Timnas Moldova

Selamat datang era baru. Keinginan untuk bangkit dan menjadi yang terbaik di pentas Liga Indonesia (Ligina) dan Piala Indonesia 2007 dimulai pada latihan perdana di Lapangan Ragunan, sore kemarin. Persija Jakarta benar-benar melakukan perubahan untuk musim depan.

Salah satu perubahan paling besar adalah keputusan Persija mendatangkan Pelatih Sergei Dubrovin. Pelatih yang pernah sukses membawa Petrokimia Putra sebagai kampiun Liga Indonesia 2002 ini diharapkan bisa membawa angin segar di tubuh Macan Kemayoran. Dubrovin yang sempat dikabarkan mengalami penundaan kedatangan di Jakarta ternyata datang tepat waktu.

Mantan pelatih PKT Bontang itu pun langsung memimpin latihan Hamka Hamzah dkk. ”Saya sempat ditawari menjadi pelatih timnas Moldova ketika mengalami prestasi buruk di Kualifikasi Euro. Tapi, berkat kedekatan dengan Manajer Manila (IGK Manila), saya kembali menukangi Persija,” tuturnya.

Ditanya tentang kemampuan pemain, dalam latihan yang disaksikan puluhan Jakmania, pendukung Persija, Dubrovin mengaku belum bisa memberi penilaian. ”Dengan situasi seperti ini sangat sulit bagi pelatih untuk menilai,” kata Dubrovin, kemarin. Menurut pelatih berusia 54 tahun itu, seluruh pemain yang menjalani latihan terkesan tidak serius. Namun, dia tidak mempermasalahkan.

”Penampilan setiap individu belum memuaskan. Ya, kita lihat saja nanti,” ungkapnya. Manajer Persija IGK Manila tidak mengelak ketika ditanya apakah dirinya dan Dubrovin memiliki kedekatan. ”Kami terlihat kompak. Saya berharap prestasi Persija akan segera bangkit,” kata Manila, kemarin.

Menyangkut pemain yang menjalani seleksi awal, Manila mengatakan, latihan perdana ini menjadi tonggak awal kebangkitan Macan Kemayoran. Dia berharap Persija bisa mendapatkan pemain berkualitas dari program seleksi yang dijalani. Latihan perdana kemarin pun dijadikanmomenperpisahanbagi Pelatih Rahmad Darmawan dan Manajer Darmawan Eddie bersama seluruh pemain. Manajemen Persija mengatakan, kontrak Rahmad dan Darmawan telah habis 1 November mendatang.

Terima Kasih Jawa Timur

Sabtu malam, 16 September 2006, gue lagi nonton Penyerahan Trophy Copa Dji Sam Soe 2006 untuk keseblasan Arema Malang, tiba-tiba Hp gue bunyi, ternyata sms dari salah satu crew JO yg ada di Sidoarjo, Bung Dhani.

Doski minta tolong gue untuk masukin artikel, rasa terima kasih teman-teman The Jakers yang berangkat mendukung PERSIJA di Sidoarjo.
Isi pesan "Terima Kasih The Jak untuk LA Mania, Delta Mania, dan Kepolisian Jawa Timur yang udah ngawal The Jak selama di Sidoarjo" serta selamat buat Arema dan Aremania.

Selamat jalan buat teman-teman The Jakers yang malam ini juga kembali ke Jakarta..
Semoga tiba di IBUKOTA dalam keadaan sehat dan selamat..

Terima kasih PERSIJA..walau cuma juara 3, engkau tetap JUARA SEJATI bagiku dan bagi teman-teman The Jakers lainnya..
Sekali lagi.....Terima Kasih untuk saudara-saudaraku di Jawa Timur..
(mario perbanas)

Ini dia report Bung Dhani ketika tiba di Jakarta:

Assalamu 'alaikum wr.wb

Alhamdulillah, pagi hari ini jam 06.10 wktu stasiun Senen, 35 orang The Jakers yg berangkat ke Sidoarjo sudah tiba kembali ke Jakarta dengan keadaan sehat wal afiat.. termasuk gw yg langsung tancap gas menuju ke tempat kerjaan di Blok M.

gw mo sedikit cerita tentang situasi dan kondisi selama tour ke Sidoarjo.

1. 35 orang The Jakers berangkat dari st senen dg KA Kertajaya
menuju ke st. Lamongan, tiba disana jam 07.50 sudah disambut dg bbrp LA Mania dan lsg menuju ke sekret nya tuk beristirahat, mandi dsb.

2. hadir 1 org (arief) The Jak dr Yogya dan 2 org (Salman 'n friend) dr Jombang dateng ke Lamongan tuk bergabung. rombongan 38 The Jakers + pengawalan dari 5 orang LA Mania, tepat pukul 12.30 kita berangkat menuju Stadion Delta Sidoarjo, keluar pintu tol The Jak udah disambut oleh para Korlap Deltamania dan langsung menuju ke Stadion namun The Jak sempet diminta berkunjung ke sekret Delta Mania, situasi aman warga pun terlihat antusias dengan kehadiran The Jak.

3. selama pertandingan The Jak trus bernyanyi dan beratraksi walau hanya dg 38 org, malah kita dapat sambutan positif dari penonton umum yg bersebelahan dengan The Jak dan mereka pun tanpa diminta malah ikut bergoyang bersama.. dan The Jak pun jd pusat perhatian oleh orang sekelilingnya aparat keamanan, media cetak atau elektronik, Aremania dan Delta Mania.

4. Setelah memastikan Persija meraih Juara III (GPP), rombongan tetep di tribun untuk menyaksikan atraksi dr Aremania & pertandingan final walau 1/2 babak. selesai babak I rombongan keluar tuk memberi kesempatan pada Aremania yg msh diluar dan belom dpt tempat, sepanjang perjalanan keluar kita terus disapa oleh Aremania, sampai diluar rombongan sudah dikawal oleh Korlap Delta Mania. walau ada sedikit provokasi dr ulah sebagian penonton yg memakai baju bebas & ijo, mereka sempet meneriakkan 'ijo.. ijo.. ijo..' namun berkat kesigapan Korlap Delta akhirnya dapat dihalau.

5. selama perjalanan menuju keluar dr Stadion kita terus dikawal sampai menuju ke tempat bis kita parkir, walau selama mencari bis ada insiden kecil 'batu mendarat' namun gak terlalu bermasalah dan setelah sampai di t4 parkiran ternyata bis rombongan terjepit diantara bis Aremania, tp berkat antisipasi dr petugas yg membatu akhirnya rombongan pun bisa keluar dari Sidoarjo dengan Aman terkendali.

6. namun dalam perjalan kembali ke Lamongan rombongan berpisah dengan Bung Ferry yg ikut dengan Tim dan Bapuk dr Acara yg bergabung dg sodara dr Aremania tuk lanjut ke Malang, tapi gak jadi masalah mereka tetep saling kontak untuk mengabari kondisi terakhir.

7. Dan akhrnya selasai sudah perjalan tandang ke Sidoarjo ini (Persija End of Journey, Copa Indonesia 2006) kami berpisah lagi dengan arif balik ke Yogya, Salman 'n friend balik ke Jombang dg sepeda motor dan rombongan berpisah pula dg sodara dari LA Mania yg sudah banyak membantu selama keberadaan kita di Lamongan dan Sidoarjo.

ucapan terima kasih untuk :
1. Mas Dayat 'n crew nya dr LA Mania, makasih banget udah direpotin trus, padahal LA Mania ada pertandingan kompetisi Persela Junior juga di Lamongan namun sebagian mereka tetep membantu The Jakmania.
2. Mas Agus dan para KORLAP nya dari Delta Mania yg udah ngebantu pengwalan selama kedatangan dan kepulangan.
3. warga Lamongan dan Sidoarjo yg sudah menerima kita dg baik.
4. Pihak Kepolisian yg menjaga keselamatan kita selama perjalanan menuju Sidoarjo dan pertandingan.
5. dan pihak yg mungkin ngga kesebut.
6. PERSIJA KU... walau cuma JUARA III, ga apa.. ga apa-apa.. biarin aja..
7. semua The Jakamania dan simpatisan Persija yg gak ikut tapi gw tahu lo semua turut berdo'a demi keselamatan kita dan Kejayaan Persija.

The Jakmania - LA Mania, Deltamania
Supporterist Brotherhood...

FORZA PERSIJA, VIVA THE JAK..
PERSIJA AMPE MATI..

Persija Bungkam PSIS

Lebak Bulus -
Dengan modal keunggulan 1-0 di leg pertama, Persija Jakarta tampil ngotot dan mampu melaju ke babak 16 besar setelah menyingkirkan PSIS Semarang dengan agregat 2-0. Bertarung di kandang sendiri, Stadion Lebak Bulus Jakarta, Selasa (8/8/2006), memberi semangat tersendiri bagi Macan Kemayoran untuk bisa berprestasi di ajang Copa, setelah gagal di kompetisi divisi utama.

Pelatih Rahmad Darmawan menurunkan pemain-pemain utama seperti kiper Hendro Kartiko, Ismed Sofyan dan Hamka Hamzah. Nama terakhir ini, meski berposisi pemain belakang, namun Hamka tampil penuh semangat bahkan terkadang membantu hingga ke lini depan.

Tampaknya Hamka ingin memberi kesan baik bagi pelatih timnas Indonesia Peter Withe yang hadir di Bulus, untuk memantau pemain yang akan diasuhnya untuk Piala Kemerdekaan, persiapan menuju Piala Asia 2007.

Beberapa kali aksi Hamka menyulitkan kiper PSIS I Komang Putra dengan tendangan spekulasi yang cukup membahayakan. Tekanan Persija di awal babak pertama terus melakukan serangan di daerah kotak penalti.Menit ke-7 peluang emas datang dari Roger Batoum yang menerima bola sepak pojok dari Ismed. Total sekitar 5 kali Komang melakukan aksi penyelamatan sebelum memasuki menit ke-10.

Gawang Hendro Kartiko sendiri hanya sesekali terancam. Tendangan keras Suwita dari luar kotak penalti sempat membahayakan, namun masih melenceng sedikit dari gawang Persija. Melewati menit ke-20, barulah PSIS berani keluar dari sarangnya dan mencoba membangun serangan. Namun palang pintu Persija, yang dimotori Hamka masih terlalu sulit untuk dilewati.

Selang sepuluh menit kemudian, peluang kembali datang ke Batoum. Sebuah umpan dari Ismed bisa ditanduk Batoum, namun sayang bola membentur tiang gawang. Babak pertama ditutup dengan tendangan bebas Ismed. Tetapi kesempatan ini tak dimanfaatkan dengan baik, tendangan Ismed terlalu lemah dan melenceng dari gawang.

Barulah di babak kedua, Persija memastikan kemenangannya lewat gol tunggal dari Agus Indra. Pemain berusia 23 tahun ini sukses memanfaatkan hadiah penalti dari wasit di menit ke-52. Kedudukan 1-0 untuk Persija terus bertahan. Namun perjuangan PSIS sendiri tak melemah meski ketinggalan. Tim asuhan Bonggo Pribadi ini tetap bersemangat dan terus mencoba gawang Hendro. Aksi Khusnul Yakin sempat merepotkan bek seperti Abanda Herman dan Hamzah. Tetapi usaha PSIS terbatas dengan waktu.

Sampai peluit panjang ditiup wasit dan PSIS harus puas dengan mengantongi gelar runner-up juara divisi utama. Sedangkan Persija melangkah ke babak 16 besar Copa Dji Sam Soe guna menghadapi PSSB Bireun.

The Jak Hadir, Persija Menang Lagi

Persija Jakarta berhasil memenuhi ambisinya menaklukkan PSIS Semarang yang menurunkan pemain lapis kedua. Lewat tandukan striker Roger Batoum ke gawang Agus Murod, Kamis (3/8) di Stadion Jatidiri Semarang, Macan Kemayoran unggul 0-1, dalam Copa Dji Sam Soe 2006.

Pertemuan pertama kedua tim di babak pertama berlangsung menjemukan. Macan Kemayoran dan Mahesa Jenar menunjukkan permainan monoton dan kerap salah umpan. Ini membuat cemooh penonton terlontar di sekitar tribun wartawan.

Peluang-peluang emas pun hanya tercipta sekali. Dalam pertandingan yang batal disiarkan langsung TV7 ini, Persija hanya membuat sekali peluang gol. Saat itu, menit ke-28, ia berhadapan dengan kiper lini kedua Agus Murod. Namun, tendangannya melambung tinggi di atas gawang.

Memasuki babak kedua, Macan Kemayoran yang disaksikan sekitar 210 pendukung setianya meningkatkan ritme permainan. Terhitung tiga kali, Hamka Hamzah pemain belakang Persija berusaha membobol gawang PSIS dengan tendangan jarak jauh.

Di menit ke-51, PSIS berusaha mengimbangi Persija dengan mengganti Ardian Mardiansyah dengan Harry Salisburi. Namun upaya ini tak banyak membuahkan hasil.

Bahkan di menit ke-67, Persija memastikan kemenangan dengan gol Roger Batoum. Tandukan yang sempat ditangkap Agus Murod itu dihasilkan lewat umpan Marwal Iskandar.

Dalam posisi tertinggal membuat PSIS mengikuti irama permainan Persija. Namun, ujung tombak yang diisi Khusnul Yakien dan Indriyanto Nugroho terlihat tumpul saat menerjang lini belakang Persija Leonard Tupamahu, Hamka Hamzah, dan Agus Indra (kartu kuning).

Kondisi ini memaksa Pelatih PSIS Bonggo Pribadi mengganti striker Khusnul Yakien yang tampak kepayahan dengan pemain muda Rifky Rahman.

Tak mau kecolongan, Pelaih Persija Rahmad Dharmawan mengganti pemain sayap Ismed Sofyan dengan Mulky Hakim. Marwal Iskandar juga diganti Joao Bosco di menit-menit terakhir. Hingga wasit Setiyono (Sidoarjo) meniup peluit panjang, skor bertahan 0-1.

Pelatih Rahmad Dharmawan mengaku Agus Indra dan rekan-rekan kesulitan mengembangkan permainan karena kondisi lapangan yang sangat buruk. Setelah beradaptasi di babak pertama, pemain mulai mengenali karakter lapangan yang ditunjukkan dengan meningkatkan tempo permainan.

Pelatih Bonggo Pribadi mengaku puas dengan permainan yang ditunjukkan Indriyanto Nugroho dan rekan-rekan. Meski dilanda kecapaian usai mengarungi final Liga Indonesia akhir pekan lalu, timnya yang didominasi lapis kedua mampu menunjukkan semangat berjuang.

Dalam pertandingan itu, dua pemain PSIS asal Argentina Emanuel De Porras dan Hernan Gustavo Ortiz absen. Manajer PSIS Yoyok Sukawi mengatakan kepulangan keduanya ke Argentina merupakan kemauan mereka.

Menurut Yoyok, Porras minta pulang sejak PSIS memasuki babak delapan besar dengan alasan bertemu isteri. Sedangkan Ortiz, minta izin menemui isterinya yang akan melahirkan.

“Saya tak dapat memaksa mereka tidak boleh pergi. Saya akan serahkan ketidakdisiplinan mereka kepada PSSI. Biar PSSI yang memberi sanksi,” ujarnya.

Pada laga-laga selanjutnya, PSIS tidak lagi diperkuat keduanya yang sangat dielu-elukan warga Semarang. Ini karena Yoyok yang kembali ditunjuk menjadi manajer PSIS tahun 2007 tidak mau menerima pemain yang dinilai indisipliner itu.

210 Jakmania Telah Tiba Di Semarang

Alhamdulillah, Kamis pagi ini (3/8/06), rombongan Jakmania yang berangkat ke Semarang untuk mendukung Persija Jakarta melawan PSIS Semarang telah tiba dengan selamat di Semarang. Meskipun dengan waktu pendaftaran yang sempit, namun tak kurang dari 210 orang Jakmania tampak antusias mengikuti Tour D'Semarang kali ini.

Persija Korban Konflik ?

Bagi publik sepakbola nasional nama Persija sudah ditasbihkan sebagai salah satu klub besar di tanah air. Dari masa ke masa nama besar Persija selalu menjadi magnet kuat di percaturan sepakbola kita. Segudang reputasi dan pemain hebat menjadi garansi nyata klub berjuluk Macan Kemayoran ini. Namun, beberapa hari ini ketenangan dan nama besar Persija sedang terusik hebat. Masalah demi masalah tengah menghantam tim kebanggaan The Jakmania ini. Persija di ujung tanduk!

Di Penghujung bulan Juli lalu, sebuah berita menghebohkan mencuat di persepakbolaan nasional. Salah satu klub beken bernama Persija dinyatakan terancam bubar dan siap meninggalkan hingar bingar percaturan liga Indonesia. Ada apa dengan Persija?

Penggusuran Stadion Menteng beberapa waktu lalu oleh Pemprov DKI Jakarta, diyakini sebagai penyebab kuat keluarnya keputusan ’konyol’ ini. Buntut penggusuran Stadion bernilai sejarah tersebut tidak hanya menjadi ’masalah’ pelik di tubuh Persija. Namun kejadian ini pun telah menjadi masalah nasional.

Semua insan sepakbola serempak berkomentar miring atas tindakan penggusuran itu. Bahkan Menegpora Adhyaksa Dault dan anggota DPR pun konon akan mempermasalahkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang dianggap sebagai otak dari semua ini.

Di mata pengurus Persija penggusuran Stadion Menteng merupakan bentuk penghinaan terhadap sejarah klub ibokota ini. Selain menyalahi aturan, penggusuran Stadion yang rencananya akan dirubah menjadi taman kota ini tidak sesuai dengan aspirasi para anggota dan pengurus Persija. Mereka merasa selama ini tidak pernah diajak berdiskusi mengenai permasalahan ini.

Segala aksi menentang penggusuran itu dinilai lain oleh Gubernur Sutiyoso. Dalam sebuah statementnya, Sutiyoso menyebutkan bahwa pengurus Persija hanyalah sekumpulan preman yang takut kehilangan lahan dan hanya mencari keuntungan di Persija.

Kontan ucapan Sutiyoso yang dirasa memojokkan mereka dianggap sebagai pernyataan perang terhadap Persija. Tak lama setelah kejadian penggusuran dan ’ucapan penghinaan’ terlontar, langsung ditindaklanjuti oleh pengurus Persija dengan mengadakan rapat intern seluruh anggota dan pengurus Persija membahas kelangsungan eksistensi Persija.

Dalam rapat itu pula akhirnya keluar keputusan amat pahit bahwa Persija terancam dibubarkan. Pada opsi pertama, diputuskan kompetisi intern Persija dibubarkan. Keputusan meluas hingga rencana pembubaran tim profesional Persija di ajang Liga Indonesia. Waw secepat itukah?

Rasa ’sakit hati’ para pengurus Persija yang merasa dipojokkan kubu Bang Yos menjadi alasan utama untuk membubarkan Persija. Penilaian orang selama ini tentang Persija yang terlihat adem ayem tanpa masalah di bawah kepemimpinan Bang Yos selaku pembina Persija luntur sudah. Orang awam pun kini bisa melihat bahwa di tubuh klub yang berdiri sejak 1928 ini sebenarnya terdapat dua kubu yang bersebrangan. Jelas sudah, prahara yang kini dialami Persija semata-mata karena sebuah konflik kepentingan.

Dan Kamipun Kembali Ke Jakarta

Teror dan intimidasi kembali dialami oleh rekan-rekan Jakmania yang berada di Gresik. Hal ini sudah dimulai sejak kedatangan rekan-rekan kita tersebut di Gresik. Bermalam di penginapan Gresik United, mereka dilempari oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab. Dan saat hari H, sweeping yang dilakukan oleh oknum-oknum suporter tersebut di sepanjang jalan maupun di sekitar stadion memaksa rekan-rekan kita tertahan di penginapan, dan hal ini diperparah dengan tidak adanya antisipasi dari Panpel pertandingan untuk melakukan pengamanan. Kesiapan dan Kinerja Panpel 8 besar di Gresik patut dipertanyakan. Sebelum laga 8 besar digelar, Panpel menjanjikan pengamanan yang ekstra ketat terhadap kesebelasan yang berlaga dan terhadap suporter tamu akan akan hadir. Namun sayang beribu sayang, pelemparan bus pemain PSM dan Persija tetap saja terjadi, bahkan sweeping oleh oknum-oknum suporter berbaju orange & hijau bebas terjadi.

Hal ini yang memaksa rekan-rekan Jakmania tidak dapat menuju stadion Tri Dharma Gresik, dan tertahan di penginapan dengan ditemani oleh Ultrasmania. Dan malam hari ( 17 juli 2006 ), diputuskan untuk menuju kota lamongan, dan menginap di sekretariat LA Mania. Hari ini Selasa, 18 Juli 2006, rekan-rekan Jakmania akan kembali ke Jakarta.

Terima Kasih Ultrasmania, Terima Kasih LA Mania....

Tuk Bonek & Sakera, kami akan setia menunggu di Solo & Jakarta......

The Jakmania Gelar Aksi Penggalangan Dana

Pada hari Minggu (11/6) bertepatan dengan laga Persija melawan Arema, dilaksanakan acara penggalangan dana oleh the Jakmania di stadion Lebak Bulus. Kegiatan yang bertajuk Jakmania Peduli Jogja & Jateng ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Jakmania atas musibah yang melanda Jogjakarta & Jateng 27 Mei lalu.

Pada kesempatan itu setidaknya lebih dari sepuluh kotak sumbangan diedarkan oleh The Jakers dan Jak Angels. Dengan area peredaran meliputi tribun vip, klas I, dan di sekitar luar stadion tempat layar lebar dipasang. Tak hanya para pengurus yang menebar kotak amal, crew Jak Online yang diwakili oleh Rizky dan Berry juga tak ketinggalan berinisiatif melakukan hal yang serupa di tribun kelas I utara.

Aksi empati the Jakmania pun tak sebatas penggalangan dana saja. Tapi juga dalam bentuk moral pembangkit semangat. Seperti diketahui, di tribun Timur the Jakmania juga membentangkan spanduk dengan tulisan “ Jogja kamu tak kan pernah sendiri”. Hal ini mengisyaratkan bahwa the Jakmania juga ikut merasakan penderitaan ini.

Kegiatan penggalangan dana ini adalah untuk kali kedua dilakukan The Jakmania. Sebelumnya pengumpulan bantuan dalam skala kecil telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Dan hasilnya berupa uang sebesar 1 juta, pakaian, obat-obatan dll, telah dikirimkan perwakilan the Jakmania bersamaan dengan partai Piala Copa di Batang, Sabtu (3/6) lalu.

Menurut keterangan Ketua I , La Rico, aksi ini tidak akan berhenti sampai disini. “Kita juga rencananya akan terus mengedarkan pada partai kandang berikutnya. Selain itu mungkin kita juga akan melibatkan tiap korwil di daerahnya. Setelah terkumpul semua baru kita kirim lagi kesana,” ujarnya.

Dari penggalangan dana di stadion Lebak Bulus kemarin untuk sementara terkumpul uang sekitar Rp. 2.201.600 ( Dua Juta Dua Ratus Satu Ribu Enam Ratus Rupiah).

Bagi rekan-rekan The Jakers yang mau menyumbang dalam bentuk apapun ( uang, pakaian, makanan dll ) bisa diantar langsung ke sekretariat The Jakmania di Menteng, tiap Selasa - Juma’t.

Macan Rebut Capolista

Macan Kemayoran berhasil merebut capolista setelah pada pertandingan Rabu, 24 Mei 2006 berhasil mengalahkan PSIM Jogjakarta dengan skor 2-1(1-1) di stadion Mandala Krida, Jogjakarta.

Hasil ini membuat posisi PSIM tetap terpaku di papan tengah dengan koleksi 26 poin. Namun tidak demikian dengan Persija Jakarta.

Tim berjuluk Macan Kemayoran ini berhasil menggeser PSIS Semarang dan nangkring di puncak klasemen dengan 38 angka. Selain itu ambisi untuk membalas kegagalan di Lebak Bulus pada putaran pertama juga tercapai. Saat itu PSIM berhasil menahan imbang Persija 0-0.

Adalah Oscar Aravena yang menjadi pahlawan kemenangan Persija di pertandingan ini. Menggantikan Erick Mabenga di babak kedua, Aravena sukses menggetarkan jala Prasetyo Sugianto lewat sontekannya memanfaatkan umpan silang Ismed Sofyan di menit 72.

PSIM sendiri sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Adolfo Souza di menit keenam, memanfaatkan umpan Nurcholis Madjid. Namun Persija bisa membalas lewat Batoum Roger di menit 21 via sundulan memanfaatkan crossing Ismed Sofyan.

PSIM sebenarnya memiliki kesempatan untuk memetik hasil seri melalui tendangan penalti Seto Nurdiantoro. Namun kiper Hendro Kartiko berhasil menggagalkannya.

Hasil ini disyukuri oleh pelatih Persija Rahmad Darmawan, namun dirinya merasa kecewa dengan kondisi timnya untuk pertandingan selanjutnya kontra Arema Malang.

"Jujur, saya senang dengan hasil pertandingan ini, namun juga sekaligus kecewa. Masalahnya banyak pemain kami yang menerima kartu kuning dari wasit yang akhirnya harus absen untuk pertandingan selanjutnya," ungkapnya.

Kekecewaan juga dialami Sofyan Hadi. Beberapa peluang timnya harus berakhir dengan nihil karena faktor ketidakberuntungan. Selain itu tidak dibaginya kesempatan untuk mencetak gol juga menjadi penyebab timnya gagal meraih kemenangan.

Macan Cakar Singo

Lebak Bulus -
Tampil bersepuluh pemain, tuan rumah Persija Jakarta menang tipis 1-0 (1-0) melawan Arema Malang dalam lanjutan Liga Djarum Indonesia 2006 di stadion Lebak Bulus Jakarta, Minggu sore.

Pemain belakang Persija, Joao Bosco, harus keluar lapangan setelah memperoleh kartu kuning kedua yang dikeluarkan wasit Dahlan Nasution di menit keenam babak kedua.

Sementara itu, gol kemenangan Persija merupakan hasil eksekusi penalti Roger Batoum yang mengecoh kiper Arema, Ahmad Kurniawan, di sisi kiri dalam gawang pada menit ke-22. Wasit memberikan penalti itu lantaran kesalahan pemain belakang Arema, Zainuri, yang tangannya mengenai bola

Arema Malang saat tertinggal satu gol mencoba untuk berusaha menembus pertahanan Persija yang dikawal bek Hamka Hamzah dan Abanda Herman. Arema terlihat di bawah penampilan terbaik mereka. Apalagi, setelah keluarnya kapten, I Putu Gede, karena cedera, dan pelatih Arema Malang Benny Dollo memasukkan Arif Suyono. Sementara itu, sejumlah pilar kekuatan mereka tidak dapat tampil, seperti gelandang Arema, Firman Utina, dan striker Franco Hitta.

Hilangnya Joao Bosco di babak kedua, pelatih Persija, Rahmad Darmawan, memasukkan dua tenaga baru, yakni gelandang Atep dan bek Leonard. Satu peluang Persija melalui tendangan bebas Ismed Sofyan, namun bola melintas di atas mistar gawang Ahkmad Kurniawan di menit ke-70.

Di menit ke-80, Arema nyaris menyamakan kedudukan, namun tendangan voli Carlos hanya mengenai mistar gawang Persija yang dikawal kiper Hendro Kartiko. Dengan kemenangan ini, Persija mengumpuli 41 poin dari 24 kali pertandingan sementara Arema Malang tetap dengan 38 poin dari 22 pertandingan.

Lebak Bulus Membara

Jelang laga melawan Arema pada hari minggu tgl 11 Juni 2006, dipastikan animo penonton sangat besar. Para ketua korwil THE JAKMANIA telah meminta untuk meningkatkan kouta tiket untuk masing- masing korwil Karena para anggota telah menunjukkan sangat antusias untuk 3 pertandingan terakhir di kandang Persija.

Terutama pada saat melawan Arema nanti. "tapi apa daya kapasitas stadion hanya 15.000 penonton dan para korwil hanya akan mendapatkan jatah 10.000 tiket. Sisanya untuk para penonton VIP dan rata-rata," ujar Larico, ketua 1 THE JAKMANIA.

Memang suatu permasalahan yang sangat pelik. Disaat para supporter sudah sangat banyak, tetapi kapasitas stadion tidak pernah mengalami penambahan kapasitas. Saat ini anggota THE JAKMANIA sudah mencapai 30.000 anggota, bayangkan jika setengah dari anggotanya hadir secara bersamaan di stadion untuk menyaksikan pertandingan. Stadion Lebak Bulus tidak akan cukup menampungnya. Dari mayoritas pengurus THE JAKMANIA menilai bahwa stadion Lebak bulus memang sudah tidak layak lagi, dan perlu adanya renovasi untuk penambahan kapasitas agar dapat mengurangi resiko-resiko seperti membludaknya para penonton hingga pinggir lapangan seperti beberapa bulan yang lalu saat Persija menjamu PSIS dan akhirnya Persija mendapatkan hukuman pertandingan tanpa penonton.

Kabarnya dari pihak pengurus THE JAKMANIA akan mengadakan layar lebar pada saat pertanding melawan Arema nanti seperti beberapa pertandingan sebelumnya, tetapi hal tersebut tidak akan membuat para the jakers, sebutan para THE JAKMANIA, akan merasa nyaman karena lapangan parkir stadion juga akan penuh oleh kendaraan.

Malah pada saat pertandingan PSDS kemarin, parkir kendaraan hingga masuk ke komplek yang berada di belakang stadion. Mungkin ini akan membuat ketidaknyamanan para penghuni komplek tersebut. Belum lagi masalah kemacetan yang kerap terjadi selepas pertandingan Persija.

Renovasi stadion Lebak Bulus memang sangat mendesak, agar tidak lagi terjadi hukuman dari Komdis PSSI karena penonton memasuki lapangan pertanding, apalagi jumlah anggota THE JAKMANIA akan terus bertambah seiring membaiknya kualitas permainan Persija. Pemprov DKI juga harus memikirkan stadion alternatif selama stadion Lebak Bulus di renovasi. Selain kapasitas penonton, kapasitas kendaraan juga harus ditambahkan serta perbaikan akses keluar kendaraan dari dalam stadion.

The Jak nglurug ke Semarang & Jepara

Di tulis oleh OreNet-
Sekitar 700-an the Jakers siap ngelurug Semarang malam ini. Begitu berita yang kami peroleh dari ketua rombongan Tur Semarang, Saudara Jawil.

Saudara Jawil juga menyebutkan, setidaknya empat gerbong telah di charter untuk rombongan The Jakmania yang telah siap memberikan dukungan buat Macan Kemayoran dalam menghadapi tuan rumah PSIS Semarang, Sabtu (29/4) besok.
Tidak hanya itu, info yang kami dapat juga menyebutkan,Komunitas pecinta PSIS (SNEX dan Panser) yang ada di Jabotabek rencananya akan ikut melepas keberangkatan The Jakmania dari stasiun Senen. Bahkan beberapa diantaranya akan turut serta dalam rombongan The Jakmania. Mereka juga ingin menyaksikan langsung pertandingan big match yang rencananya akan disiarkan oleh TV 7 ini.

Selain info di atas, Ketua rombongan Jawil baru saja mendapat kabar dari Jepara bahwa publik Jepara ternyata juga mengharapkan kedatangan The Jakmania.

Mereka tidak keberatan dengan kehadiran The Jakmania di Stadiun Kamal Junaedi Jepara. Namun Panpel hanya bisa memberi kuota 500 orang.

Jadi..kemungkinan selain Tur Semarang, rencananya sebagian the Jakers langsung bergerak menuju Jepara. Sebagian lagi, kembali ke Jakarta...

Demikian info yang kami dapat saat ini...

Selamat Jalan The Jakers, semoga sampae kembali di rumah dalam keadaan sehat wal'afiat...

Ayo jak..Tunjukkan kreatifitas kalian, dan jangan pernah lelah tuk mendukung Persija.

Kalah menang itu hal biasa...Yang penting junjung tinggi sportifitas....

Bayi Ajaib diTahan Macan Kemayoran

Tangerang -
Persikota Tangerang dan Persija Jakarta berbagi angka 3-3. Tendangan Frank Seator di babak kedua menyelamatkan tim "Macam Kemayoran" dari kekalahan di kandang lawannya itu.

Pada pertandingan di Stadion Benteng, Tangerang, Selasa (21/3/2006), tuan rumah Persikota mampu mendominasi jalannya pertandingan. Tendangan Aliyudin membuat "Bayi Ajaib" memimpin saat pertandingan baru berjalan tujuh menit.

Serangan terus dilakukan oleh Persikota. Sebuah peluang kembali dimiliki tim asuhan Mundari Karya itu saat memperoleh hadiah penalti di menit ke-13. Penalti tersebut diberikan kepada Persikota setelah Ndolar Blaise dijatuhkan kiper Hendro Kartiko di kotak terlarang.

Aliyudin menjadi eksekutor dan berhasil menjaringkan bola setelah eksekusinya sempat mengenai tiang gawang. Namun wasit menganulir gol tersebut karena dianggap tidak sah setelah lebih dulu mengenai tiang gawang.

Persija memang sekali-kali mencoba melakukan serangannya, namun satu peluang Hamka Hamzah masih mengenai tiang gawang. Setelah itu Persikota kembali mendominasi jalannya pertandingannya.

Di menit ke-38 Ndolar Blaise kembali menambah keunggulan bagi Persikota menjadi 2-0. Gol tersebut dicetak oleh Ndolar lewat tandukan kepalanya setelah berhasil memanfaatkan umpan silang Amarildo Sousa.

Persija yang mengandalkan serangan yang dibangun oleh Ortizan Solossa dan Seator mencoba menekan pertahanan tuan rumah. Namun Persikota mampu mempertahankan keunggulan 2-0 hingga turun minum.

Di babak kedua Persija tetap mencoba mengejar ketertinggalannya. Peluang lewat tendangan Ortizan masih terlalu lemah. Sedangkan sundulan Seator masih dapat digagalkan kiper Persikota Tema Mursadat.

Akhirnya usaha Persija membuahkan hasil. Sebuah crossing dari Ortizan disambut dengan baik oleh Roger Batoum lewat tandukan kepalanya di menit ke-60. Gol ini membuat Persija mempertipis kekalahan menjadi 1-2.

Meski demikian persikota masih mampu mencuri lewat tendangannya Aria Priatna. Namun tak lama berselang Persija kembali mencoba mengejar setelah sundulan Hamka Hamzah membuat kedudukan menjadi 2-3 memanfaatkan umpan silang Ismed Sofyan.

Akhirnya Persija bisa pulang tanpa tangan hampa. Seator menjadi penyelamat bagi tim asuhan Rahmad Darmawan ini setelah memanfaatkan serangan yang dibangun lewat serangan Ismed di sayap kanan. Pertandingan berakhir dengan kedudukan imbang 3-3.

The Jak Dukung Aremania

Jakarta -
Rencana Aremania untuk mendemo PSSI mendapat dukungan dari beberapa kelompok supporter di tanah air. The Jakmania tak ketinggalan turut bersimpati atas kejadian yang tengah dialami Arema Malang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aremania akan datang Jakarta pada hari Minggu (5/3/2006) nanti untuk menuntut pertanggungjawaban PSSI yang jelas-jelas melakukan kesalahan dalam kasus pencoretan Arema (dan Persipura) dari ajang Liga Champions Asia 2006.

Bukan hanya menuntut pertanggung jawaban PSSI, Aremania juga menginginkan revolusi di tubuh PSSI. Rencana Aremania pun mendapatkan dukungan moral dari beberapa kelompok suporter besar di Indonesia.

Dukungan moral atas aksi Aremania juga datang dari suporter Persija Jakarta, The Jakmania. Mereka akan menyambut secara terbuka rencana kedatangan Aremania yang akan berdemo ke PSSI di Jakarta.

"Kami memberikan simpati kami dan dapat mengerti kekecewaan dari Aremania. Kami lihat perjuangan keras Arema dan Persipura sehingga menjadi juara tapi semuanya batal hanya karena masalah kecil," kata Ketua Jakmania Andoyo Ismartani.

Mengenai tuntutan Aremania yang meminta reformasi di tubuh di PSSI dianggap sebuah hal yang wajar. Bagi Andoyo Ismartani yang biasa disapa Danang ini, melihat tuntutan tersebut sangat beralasan.

"Tuntutan ini sangat beralasan dan mungkin ini ibaratnya adalah puncak dari gunung es. Mungkin masih ada masalah lain yang tidak terekspos dan ini sangat beralasan. Bagi kami tuntutan ini semua sah sah saja," tukas Danang.

"Misalnya tidak terjadi reformasi di tubuh PSSi maka PSSI harus lebih arif mengakui. bagusnya bukan dari PSSI yang akan menghukum. Sedangkan yang bersalah sebaiknya mundur secara jantan tidak perlu dimundurkan," tegasnya.

Danang juga mengatakan bahwa The Jakmania tidak memiliki rencana untuk ikut melakukan demo bersama Aremania. Namun ia akan bertemu dan menyambut kedatangan para Aremania setibanya di Jakarta.

"Mereka (Aremania) telah mengontak kami sebelumnya dan kami akan menyambut mereka. Kami percaya mereka akan melakukan demo dengan baik baik," ujar ketua The Jakmania ini

RATAPAN ORANG OREN

Ismet dihukum 5 pertandingan dan denda 10 juta rupiah. Komisi Disiplin PSSI menganggap Ismet bersalah telah dengan sengaja menginjak tangan salah seorang pemain Semen Padang yang sedang tergeletak. Keputusan ini mengundang reaksi keras dari the Jakmania. Togar lagi Togar lagi. Maunya apa sih tu orang. Lagi ga punya duit ya?
Wajar kalo anak-anak bereaksi seperti itu. Bayangin aja, Semen Padang sendiri tidak mempermasalahkan hal tersebut. Demikian juga laporan Pengawas Pertandingan, ga ada tuh kejadian tersebut. Apalagi yang namanya wasit dan hakim garis. Tidak ada kartu kuning / merah / peringatan untuk Ismet saat itu.

Yang lebih bikin gusar ni ati, Ismet ga pernah dipanggil untuk melakukan klarifikasi atas kejadian tersebut. Semena-mena? Ya! Serge, pemain Arema Malang yang terlibat adu jotos dengan Panpel Persijap Jepara diberi kesempatan untuk melakukan pembelaan diri. Apalagi jika melihat tahun lalu.

Eduard Ivak Dalam memukul salah seorang pemain Persela dan jelas terlihat di televisi, tapi apa hukumannya? Demikian juga ketika 4 orang pemain Papua rame-rame ngeroyok wasit pada pertandingan yang sama. Mereka terus melenggang hingga final dan juara. Setelah itu baru keluar keputusan Boas bersalah dan tidak diperkenankan main 1 tahun. Ada apa dengan Komdis?

Intinya The Jakmania setuju dan mendukung bila peraturan ditegakkan demi mendisiplinkan para pelaku sepakbola nasional. Tapi peraturan harus diterapkan kepada semua tim. Kalau memang siaran langsung bisa dijadikan bukti, kalo gitu enak tim yang jarang dapat siaran langsung dong.

Mereka jarang sekali kesorot. Padahal kalo mo jujur, banyak sekali kejadian kekerasan di luar pulau Jawa dan Sumatera atau lebih tepat lagi di Indonesia Timur. Inget kan gue pernah bilang Washiyatul Akmal dari PSM Makassar ketika bermain di Papua sempat terkena anak panah! Beritanya aje kaga nongol.

Sekarang soal Ismet. Kenapa ya kapten kita ini selalu menjadi pemain yang teraniaya. Inget waktu dia kena hukuman karena bentrok fisik dengan Toledo Persita. Tapi ada ga perlindungan hukum untuk dia? Ketika Ismet dipukul oleh Bobotoh di Bandung apa ada ganjarannya? Trus kemarin waktu Ismet kena timpuk oleh suporter Persita mana reaksi Komdis? Gue punya kesan PSSI ga suka banget ama Ismet Sofyan.

Apa karena kepindahannya ke Persija tidak disetujui salah seorang Pengurus PSSI? Ismet itu aset nasional men. Setiap pemain nasional di belahan dunia manapun pasti akan mendapat perlindungan khusus. Maradona salah satu contohnya. Mo narkoba ke, mo berantem ke, tetep aje di aset yang bisa ngangkat nama negara.

Kalo kita iseng mo ngungkit lagi. Kenapa Ismet terkena hukuman ketika akan bertanding melawan PSIS Semarang. Kenapa waktu pertandingan lawan Persitara wasitnya dari Semarang, Setyono. Kenapa Batoum harus terkena kartu kuning sehingga tidak bisa main ketika lawan PSIS Semarang. Kenapa ?????!!!!

Persijahater ga sampe disitu. Mereka masih akan mengangkat kasus penandukan Marwal kepada wasit. Di TV terlihat memang Marwal menunduk, tapi apa ia sengaja menanduk? Kalo liat di keseluruhan pertandingan, Marwal punya kebiasaan menunduk bila mendapat teguran dari wasit.

Hal itu ia lakukan sebagai bentuk rasa menghormati kepada keputusan wasit. Lagi pula siapa yang jamin kemurnian rekaman televisi? Gerakan Marwal menunduk bila dipercepat akan terlihat seperti sengaja menanduk. Jadi relevan ga pembuktian lewat televisi?

Tapi gue yakin kita percuma mo tereak kaya apapun. Mo demo kaya apapun. Mo protes kaya apapun. Kafilah berteriak ****** tetap budeg. Masa bodo, yang penting pemasukan jalan terus. Sepuluh juta men. Tapi gue tetap berharap petinggi-petinggi Persija bergerak cepat melakukan pembelaan. Jangan ho-oh aja kaya yang udah udah. Bekoar di koran tanpa ada action sama juga bo’ong.

Wahai para the Jakers setanah air! Kejadian ini jangan membuat kita melakukan tindakan bodoh yang akan memperkeruh suasana. Ayo kita banjiri Lebak Bulus hari Minggu besok. Sebagai solidaritas kepada tim kita yang tak henti dirundung masalah. Sebagai bentuk dukungan kepada duet Pelatih-Manajer kita yang baru. Ini PANGGILAN JIWA saudara-saudara! DALAM KAOS YANG OREN TERDAPAT JIWA YANG OREN. Biar ada biru, ungu atau kuning, KALO JIWANYA UDA OREN, AMPE MATI TETEP OREN.


KUCOBA COBA MELEMPAR MANGGIS
MANGGIS KULEMPAR MANGGA KUDAPAT
KUCOBA BERHARAP PADA KOMDIS
KOMDIS KUHARAP BANGSAT KUDAPAT

PSSI TEMPATNYA PARA BANCI
SPORTIVITAS HANYALAH MIMPI
PSSI TEMPAT MELACUR DIRI
SUDAH TAK PUNYA HATI NURANI


Penulis : Ketua Umum The Jakmania Ir. Tauhid "Ferry" Indrasjarief