Seperti diberitakan di berbagai media bahwa pemicu kerusuhan adalah The Jakmania yang tidak bisa masuk ke dalam stadion dan berlanjut ditambah kecewa akan hasil seri Persija. Sungguh penilaian yang tidak objectif jika menyudutkan The Jak dengan kejadian ini. Karena berdasarkan pantauan JO, kerusuhan ini terjadi lantaran kurang sigapnya Panpel dalam menghadapi ribuan supporter tamu.
Keributan sudah mulai terlihat saat Jakmania ingin memasuki stadion. Jika Panpel sejak awal membuka pintu masuk secara wajar tidak akan ada kejadian saling dorong. Pada saat itu pintu masuk tribun utara tempat The Jak ditempatkan, hanya 1 yang dibuka (padahal pintu masuk ada dua). Hal itu diperparah dengan tindakan kurang sigapnya Panpel dan aparat yang menjaga pintu. 1 pintu masuk itu hanya dibuka kurang dari setengahnya (sekitar 50 cm dari 2 M lebarnya).
Kontan hal itu memancing amarah ribuan The Jakers yang telah berjubel. Mereka marah karena telah membeli tiket namun kondisinya seperti itu. Terbukti saat keadaan makin panas, para Korlap dan pengurus Jakmania lainnya turun tangan memberi pengertian kepada Panpel agar membuka 1 pintu lagi dan melebarkan jarak pintu masuk. Terbukti setelah Panpel menuruti anjuran pengurus Jakmania, para the Jakers yang mulanya beringas menjadi tertib.
Sementara bentrokan yang terjadi dengan pendukung Persikabo tanpa disadari telah sebenarnya telah dimulai di luar stadion sebelum pertandingan. Ketika sebagian besar Jakmania antri masuk, sebagian kecil lainnya yang sedang mencari-cari pintu masuk lain mendapat perlakuan kurang simpatik dari oknum-oknum pendukung Persikabo yang sedang berkumpul.
Melihat jumlah The Jak yang berjalan-jalan terlihat lebih sedikit, para oknum tersebut mulai memprovokasi. Awalnya dengan ucapan, namun mereka mulai melemparkan benda-benda ke arah Jakmania. Mendapat perlakuan seperti itu Jakmania tidak terlalu menggubris, karena pihak kepolisian dan pengurus The Jakmania langsung turun tangan. Sehingga kejadian lebih hebat tidak terjadi.
The Jakmania yang datang dengan baik-baik ternyata tidak disambut oknum Kabo Mania yang bercampur dengan penonton bebas tuan rumah. Sebelum pertandingan hingga sepanjang pertandingan, nyanyian-nyanyian bernada provokasi selalu ditujukan kepada Jakmania. Melihat kejadian seperti itu tidak memancing Jakmania untuk membalas. Pasukan oranye lebih konsen untuk memberikan dukungan kepada tim Persija.
Begitupun usai pertandingan, Jakmania kembali ke bis masing-masing dengan santai dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan meski Persija seri. Di jalan pun saat berpapasan dengan beberapa Kabo Mania (julukan pendukung Persikabo) tidak terjadi keributan. Namun disaat keadaan sedang kondusif, tiba-tiba dari arah belakang tempat bis-bis rombongan dari Lebak Bulus mendapat serangan dari orang-orang tak bertanggung jawab. Mereka terdiri dari oknum berpakaian hijau (warna Kabo Mania) dan banyak dibantu orang berpakaian bebas.
Menanggapi serangan tersebut jelas membuat Jakmania terpancing. Para The Jakers yang ingin melindungi kendaraannya melakukan pembelaan dengan menyerang balik mereka. Keadaan makin tak terkendali saat jumlah kedua belah pihak sama-sama banyak. Namun beruntung pihak kepolisian dan pengurus Jakmania kembali turun tangan menenangkan insiden tersebut. Kejadian lebih parahpun tidak berlanjut.
Melihat kenyataan seperti itu, rombongan Jakmania langsung antisipasi dan waspada dalam perjalanan pulang. Karena tak bisa dipungkiri, area stadion dikelilingi oleh perkampungan. “Jaga-jaga kalau ada serangan lagi dari penduduk,” begitu teriak beberapa The Jakers. Situasi seperti ini mengingatkan The Jak pada Tangerang, yang selalu mendapat serangan batu sembunyi tangan. Setelah melempar langsung bersembunyi.
Hari menjelang maghrib tatkala satu-persatu kendaraan yang membawa rombongan The Jak mulai menjauhi area stadion. Meski perjalanan sempat lancar, namun memasuki jalan Raya Bogor (sekitar Cibinong) rombongan kembali mendapat serangan-serangan kecil dari oknum-oknum. Kontan kejadian ini memancing kembali amarah The Jak untuk melakukan pembalasan.
Terlihat beberapa petugas kepolisian dibantu pengurus The Jak menenangkan kejadian. Akibat insiden ini Jalananpun sempat mengalami kemacetan, karena iring-iringan The Jak yang begitu panjang terhenti. Namun setelah bisa di netralisir akhirnya rombongan meneruskan perjalanan menuju
Dengan adanya bentrokan ini, Kabo Mania melalui Wakil Ketuanya, Kemal, langsung menyampaikan permohonan maaf kepada The Jakmania melalui pesan singkat yang ditujukan kepada Ketua I The Jakmania La Rico. Mereka tidak menduga akan terjadi hal seperti ini. Karena sejak awal kedatangan The Jak, para pengurus Kabo Mania telah menunjukkan itikad baik dengan mengawal dari pintu tol hingga pertukaran merchandise kedua kubu.
Tapi yang sudah terjadi biarlah terjadi. Semoga kejadian seperti ini bisa diambil hikmahnya agar tidak terulang lagi di lain waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar