persija macan kemayoran..persija demi kemenangan..persija demi kejayaan..the Jak menyertaimu.

Rabu, 09 Juni 2010

Persija Korban Konflik ?

Bagi publik sepakbola nasional nama Persija sudah ditasbihkan sebagai salah satu klub besar di tanah air. Dari masa ke masa nama besar Persija selalu menjadi magnet kuat di percaturan sepakbola kita. Segudang reputasi dan pemain hebat menjadi garansi nyata klub berjuluk Macan Kemayoran ini. Namun, beberapa hari ini ketenangan dan nama besar Persija sedang terusik hebat. Masalah demi masalah tengah menghantam tim kebanggaan The Jakmania ini. Persija di ujung tanduk!

Di Penghujung bulan Juli lalu, sebuah berita menghebohkan mencuat di persepakbolaan nasional. Salah satu klub beken bernama Persija dinyatakan terancam bubar dan siap meninggalkan hingar bingar percaturan liga Indonesia. Ada apa dengan Persija?

Penggusuran Stadion Menteng beberapa waktu lalu oleh Pemprov DKI Jakarta, diyakini sebagai penyebab kuat keluarnya keputusan ’konyol’ ini. Buntut penggusuran Stadion bernilai sejarah tersebut tidak hanya menjadi ’masalah’ pelik di tubuh Persija. Namun kejadian ini pun telah menjadi masalah nasional.

Semua insan sepakbola serempak berkomentar miring atas tindakan penggusuran itu. Bahkan Menegpora Adhyaksa Dault dan anggota DPR pun konon akan mempermasalahkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang dianggap sebagai otak dari semua ini.

Di mata pengurus Persija penggusuran Stadion Menteng merupakan bentuk penghinaan terhadap sejarah klub ibokota ini. Selain menyalahi aturan, penggusuran Stadion yang rencananya akan dirubah menjadi taman kota ini tidak sesuai dengan aspirasi para anggota dan pengurus Persija. Mereka merasa selama ini tidak pernah diajak berdiskusi mengenai permasalahan ini.

Segala aksi menentang penggusuran itu dinilai lain oleh Gubernur Sutiyoso. Dalam sebuah statementnya, Sutiyoso menyebutkan bahwa pengurus Persija hanyalah sekumpulan preman yang takut kehilangan lahan dan hanya mencari keuntungan di Persija.

Kontan ucapan Sutiyoso yang dirasa memojokkan mereka dianggap sebagai pernyataan perang terhadap Persija. Tak lama setelah kejadian penggusuran dan ’ucapan penghinaan’ terlontar, langsung ditindaklanjuti oleh pengurus Persija dengan mengadakan rapat intern seluruh anggota dan pengurus Persija membahas kelangsungan eksistensi Persija.

Dalam rapat itu pula akhirnya keluar keputusan amat pahit bahwa Persija terancam dibubarkan. Pada opsi pertama, diputuskan kompetisi intern Persija dibubarkan. Keputusan meluas hingga rencana pembubaran tim profesional Persija di ajang Liga Indonesia. Waw secepat itukah?

Rasa ’sakit hati’ para pengurus Persija yang merasa dipojokkan kubu Bang Yos menjadi alasan utama untuk membubarkan Persija. Penilaian orang selama ini tentang Persija yang terlihat adem ayem tanpa masalah di bawah kepemimpinan Bang Yos selaku pembina Persija luntur sudah. Orang awam pun kini bisa melihat bahwa di tubuh klub yang berdiri sejak 1928 ini sebenarnya terdapat dua kubu yang bersebrangan. Jelas sudah, prahara yang kini dialami Persija semata-mata karena sebuah konflik kepentingan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar