Pertemuan pertama kedua tim di babak pertama berlangsung menjemukan. Macan Kemayoran dan Mahesa Jenar menunjukkan permainan monoton dan kerap salah umpan. Ini membuat cemooh penonton terlontar di sekitar tribun wartawan.
Peluang-peluang emas pun hanya tercipta sekali. Dalam pertandingan yang batal disiarkan langsung TV7 ini, Persija hanya membuat sekali peluang gol. Saat itu, menit ke-28, ia berhadapan dengan kiper lini kedua Agus Murod. Namun, tendangannya melambung tinggi di atas gawang.
Memasuki babak kedua, Macan Kemayoran yang disaksikan sekitar 210 pendukung setianya meningkatkan ritme permainan. Terhitung tiga kali, Hamka Hamzah pemain belakang Persija berusaha membobol gawang PSIS dengan tendangan jarak jauh.
Di menit ke-51, PSIS berusaha mengimbangi Persija dengan mengganti Ardian Mardiansyah dengan Harry Salisburi. Namun upaya ini tak banyak membuahkan hasil.
Bahkan di menit ke-67, Persija memastikan kemenangan dengan gol Roger Batoum. Tandukan yang sempat ditangkap Agus Murod itu dihasilkan lewat umpan Marwal Iskandar.
Dalam posisi tertinggal membuat PSIS mengikuti irama permainan Persija. Namun, ujung tombak yang diisi Khusnul Yakien dan Indriyanto Nugroho terlihat tumpul saat menerjang lini belakang Persija Leonard Tupamahu, Hamka Hamzah, dan Agus Indra (kartu kuning).
Kondisi ini memaksa Pelatih PSIS Bonggo Pribadi mengganti striker Khusnul Yakien yang tampak kepayahan dengan pemain muda Rifky Rahman.
Tak mau kecolongan, Pelaih Persija Rahmad Dharmawan mengganti pemain sayap Ismed Sofyan dengan Mulky Hakim. Marwal Iskandar juga diganti Joao Bosco di menit-menit terakhir. Hingga wasit Setiyono (Sidoarjo) meniup peluit panjang, skor bertahan 0-1.
Pelatih Rahmad Dharmawan mengaku Agus Indra dan rekan-rekan kesulitan mengembangkan permainan karena kondisi lapangan yang sangat buruk. Setelah beradaptasi di babak pertama, pemain mulai mengenali karakter lapangan yang ditunjukkan dengan meningkatkan tempo permainan.
Pelatih Bonggo Pribadi mengaku puas dengan permainan yang ditunjukkan Indriyanto Nugroho dan rekan-rekan. Meski dilanda kecapaian usai mengarungi final Liga Indonesia akhir pekan lalu, timnya yang didominasi lapis kedua mampu menunjukkan semangat berjuang.
Dalam pertandingan itu, dua pemain PSIS asal Argentina Emanuel De Porras dan Hernan Gustavo Ortiz absen. Manajer PSIS Yoyok Sukawi mengatakan kepulangan keduanya ke Argentina merupakan kemauan mereka.
Menurut Yoyok, Porras minta pulang sejak PSIS memasuki babak delapan besar dengan alasan bertemu isteri. Sedangkan Ortiz, minta izin menemui isterinya yang akan melahirkan.
“Saya tak dapat memaksa mereka tidak boleh pergi. Saya akan serahkan ketidakdisiplinan mereka kepada PSSI. Biar PSSI yang memberi sanksi,” ujarnya.
Pada laga-laga selanjutnya, PSIS tidak lagi diperkuat keduanya yang sangat dielu-elukan warga Semarang. Ini karena Yoyok yang kembali ditunjuk menjadi manajer PSIS tahun 2007 tidak mau menerima pemain yang dinilai indisipliner itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar