Wajar kalo anak-anak bereaksi seperti itu. Bayangin aja, Semen Padang sendiri tidak mempermasalahkan hal tersebut. Demikian juga laporan Pengawas Pertandingan, ga ada tuh kejadian tersebut. Apalagi yang namanya wasit dan hakim garis. Tidak ada kartu kuning / merah / peringatan untuk Ismet saat itu.
Yang lebih bikin gusar ni ati, Ismet ga pernah dipanggil untuk melakukan klarifikasi atas kejadian tersebut. Semena-mena? Ya! Serge, pemain Arema Malang yang terlibat adu jotos dengan Panpel Persijap Jepara diberi kesempatan untuk melakukan pembelaan diri. Apalagi jika melihat tahun lalu.
Eduard Ivak Dalam memukul salah seorang pemain Persela dan jelas terlihat di televisi, tapi apa hukumannya? Demikian juga ketika 4 orang pemain Papua rame-rame ngeroyok wasit pada pertandingan yang sama. Mereka terus melenggang hingga final dan juara. Setelah itu baru keluar keputusan Boas bersalah dan tidak diperkenankan main 1 tahun. Ada apa dengan Komdis?
Intinya The Jakmania setuju dan mendukung bila peraturan ditegakkan demi mendisiplinkan para pelaku sepakbola nasional. Tapi peraturan harus diterapkan kepada semua tim. Kalau memang siaran langsung bisa dijadikan bukti, kalo gitu enak tim yang jarang dapat siaran langsung dong.
Mereka jarang sekali kesorot. Padahal kalo mo jujur, banyak sekali kejadian kekerasan di luar pulau Jawa dan Sumatera atau lebih tepat lagi di Indonesia Timur. Inget kan gue pernah bilang Washiyatul Akmal dari PSM Makassar ketika bermain di Papua sempat terkena anak panah! Beritanya aje kaga nongol.
Mereka jarang sekali kesorot. Padahal kalo mo jujur, banyak sekali kejadian kekerasan di luar pulau Jawa dan Sumatera atau lebih tepat lagi di Indonesia Timur. Inget kan gue pernah bilang Washiyatul Akmal dari PSM Makassar ketika bermain di Papua sempat terkena anak panah! Beritanya aje kaga nongol.
Sekarang soal Ismet. Kenapa ya kapten kita ini selalu menjadi pemain yang teraniaya. Inget waktu dia kena hukuman karena bentrok fisik dengan Toledo Persita. Tapi ada ga perlindungan hukum untuk dia? Ketika Ismet dipukul oleh Bobotoh di Bandung apa ada ganjarannya? Trus kemarin waktu Ismet kena timpuk oleh suporter Persita mana reaksi Komdis? Gue punya kesan PSSI ga suka banget ama Ismet Sofyan.
Apa karena kepindahannya ke Persija tidak disetujui salah seorang Pengurus PSSI? Ismet itu aset nasional men. Setiap pemain nasional di belahan dunia manapun pasti akan mendapat perlindungan khusus. Maradona salah satu contohnya. Mo narkoba ke, mo berantem ke, tetep aje di aset yang bisa ngangkat nama negara.
Kalo kita iseng mo ngungkit lagi. Kenapa Ismet terkena hukuman ketika akan bertanding melawan PSIS Semarang. Kenapa waktu pertandingan lawan Persitara wasitnya dari Semarang, Setyono. Kenapa Batoum harus terkena kartu kuning sehingga tidak bisa main ketika lawan PSIS Semarang. Kenapa ?????!!!!
Persijahater ga sampe disitu. Mereka masih akan mengangkat kasus penandukan Marwal kepada wasit. Di TV terlihat memang Marwal menunduk, tapi apa ia sengaja menanduk? Kalo liat di keseluruhan pertandingan, Marwal punya kebiasaan menunduk bila mendapat teguran dari wasit.
Hal itu ia lakukan sebagai bentuk rasa menghormati kepada keputusan wasit. Lagi pula siapa yang jamin kemurnian rekaman televisi? Gerakan Marwal menunduk bila dipercepat akan terlihat seperti sengaja menanduk. Jadi relevan ga pembuktian lewat televisi?
Hal itu ia lakukan sebagai bentuk rasa menghormati kepada keputusan wasit. Lagi pula siapa yang jamin kemurnian rekaman televisi? Gerakan Marwal menunduk bila dipercepat akan terlihat seperti sengaja menanduk. Jadi relevan ga pembuktian lewat televisi?
Tapi gue yakin kita percuma mo tereak kaya apapun. Mo demo kaya apapun. Mo protes kaya apapun. Kafilah berteriak ****** tetap budeg. Masa bodo, yang penting pemasukan jalan terus. Sepuluh juta men. Tapi gue tetap berharap petinggi-petinggi Persija bergerak cepat melakukan pembelaan. Jangan ho-oh aja kaya yang udah udah. Bekoar di koran tanpa ada action sama juga bo’ong.
Wahai para the Jakers setanah air! Kejadian ini jangan membuat kita melakukan tindakan bodoh yang akan memperkeruh suasana. Ayo kita banjiri Lebak Bulus hari Minggu besok. Sebagai solidaritas kepada tim kita yang tak henti dirundung masalah. Sebagai bentuk dukungan kepada duet Pelatih-Manajer kita yang baru. Ini PANGGILAN JIWA saudara-saudara! DALAM KAOS YANG OREN TERDAPAT JIWA YANG OREN. Biar ada biru, ungu atau kuning, KALO JIWANYA UDA OREN, AMPE MATI TETEP OREN.
KUCOBA COBA MELEMPAR MANGGIS
MANGGIS KULEMPAR MANGGA KUDAPAT
KUCOBA BERHARAP PADA KOMDIS
KOMDIS KUHARAP BANGSAT KUDAPAT
MANGGIS KULEMPAR MANGGA KUDAPAT
KUCOBA BERHARAP PADA KOMDIS
KOMDIS KUHARAP BANGSAT KUDAPAT
PSSI TEMPATNYA PARA BANCI
SPORTIVITAS HANYALAH MIMPI
PSSI TEMPAT MELACUR DIRI
SUDAH TAK PUNYA HATI NURANI
SPORTIVITAS HANYALAH MIMPI
PSSI TEMPAT MELACUR DIRI
SUDAH TAK PUNYA HATI NURANI
Penulis : Ketua Umum The Jakmania Ir. Tauhid "Ferry" Indrasjarief
Tidak ada komentar:
Posting Komentar